Seorang ibu dari sebuah kota di Kalimantan, datang pada saya sekitar sepuluh tahun silam. Kasusnya sangat aneh. Dia ingin tahu, apa benar yang sering berbisik padanya adalah anaknya dari alam jin. Ibu ini profesinya sebagai dukun beranak yang telah diakui oleh pemerintah, dalam arti dia membuka praktek secara resmi yang diakui dan terdaftar di Departemen Kesehatan, pernah mendapatkan pelatihan juga dari Depkes.
Sejenak saya tertegun mendengarkan kasusnya. Ia pun bercerita tentang kasusnya. Suatu malam saat usia kandungannya sembilan bulan, dia tidur seperti biasa, tidak ada hal yang aneh setelah melakukan aktivitasnya seharian sebagai ibu rumah tangga. Begitu bangun saat subuh, perutnya kempes, kandungannya hilang, tidak ada pendarahan sedikitpun. Dia dan keluarga bingung, kemana perginya isi kandungan yang sudah sembilan bulan itu. Diapun merasa normal saja seperti orang yang tidak pernah hamil, tidak ada rasa sakit seperti umumnya ibu yang habis melahirkan.
Beberapa tahun setelah kejadian tersebut, dia mengaku sering mendengar bisikan-bisikan dari sosok yang tidak kelihatan olehnya, suara anak laki-laki. Yang membisik itu mengaku bernama Abut, putera kandungnya. Biasanya si Abut itu datang berbisik kepada ibu tersebut untuk memperingatkannya kalau ada bahaya yang bakal menghadangnya. Misalnya kalau mau menolong orang bersalin, apabila ada bahaya faktor non medis yang berkaitan dengan pasiennya, si Abut memperingatinya agar si ibu berhati-hati dan bersiap-siap menghadapinya. Begitu juga kalau ada anggota keluarga dari luar kota yang sedang dalam perjalanan yang akan datang ke rumahnya, diberitahu oleh si Abut secara terperinci. Misalnya siapa yang datang, apa maksud kedatangannya, saat itu sedang berada dimana. Menurut pengakuan ibu tersebut, apa yang disampaikan si Abut tidak pernah meleset.
Ibu tersebut memendam pertanyaan tentang si Abut selama bertahun-tahun sampai dia datang dari Kalimantan untuk urusan keluarga, sekaligus untuk menemui saya.
Saya katakan pada si ibu bahwa saya tidak akan menjelaskan hal terserbut, kalau Allah Taala mengizinkan, ibu akan bisa lihat sendiri. Akupun berdo,a pada Allah Rabbku agar misteri tentang si Abut ini dibukakan pada si ibu. Sesaat kemudian, di alam jin dan syetan, si ibu melihat seorang anak laki-laki dengan seorang pengasuhnya bapak tua, tinggal di sebuah rumah panggung suatu lereng gunung, terpencil tidak ada rumah lain disitu. Si ibu kenal tempat itu. Diapun berdialog dengan si Abut yang diyakininya sebagai anak kandungnya, layaknya seorang ibu ngobrol dengan anak kesayangan yang sudah lama tidak ketemu. Tampak ibu tersebut bahagia bisa ketemu dan ngobrol dengan si Abut di alam jin dan syetan.
Terus terang saya tidak tahu persis, kenapa hal itu bisa terjadi. Saya juga tidak berani ikut campur bertanya urusan ibu tersebut, termasuk ke si Abut dan si pengasuhnya, takut jadi mudharat yang tidak di ridhoi oleh Allah Taala Rabbku. Saya hanya sebatas mempertemukan dengan memohon pertolongan Allah Taala. Apakah benar si Abut itu anak kandung si ibu, saya tidak tahu, hanya Allah Yang Maha Tahu yang mengetahui.
Senin, 24 November 2008
Jumat, 17 Oktober 2008
Pertarungan Yang Tidak Pernah Selesai
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang.
Allah Ta’ala yang Maha Belas Kasih lagi Maha Bijaksana telah menetapkan Iblis dengan impriumnya tentunya sebagai musuh Adam dan seluruh anak cucunya.
Iblis yang tadinya sebagai hamba sangat dekat disisi Allah Subhanahu Wataala berubah menjadi hamba yang dikutuk dan terkutuk karena membangkang pada Sang Pencipta. Iblis iri dan dengki pada Adam yang mendapat posisi istimewa disisi Rabb Alam Semesta. Malaikat juga protes kenapa Allah menciptan manusia yang menjadi Khalifah dimuka bumi yang senantiasa berbuat binasa dan menumpahkan darah sesamanya, padahal mereka senantiasa tanpa henti-hentinya beribadah padaNya, mensucikan dan mumujiNya. Gugatan Malaikat pada Rabbnya, apakah tidak cukup ibadah yang mereka lakukan.
Iblispun merasa telah banyak Ibadah pada Rabbnya dalam kurun waktu yang sangat lama sepanjang umurnya waktu itu dengan kualitas sangat baik sehingga mencapai posisi sangat dekat disisi Allah dan bisa dialog secara langsung pada Allah setiap saat kapan dia mau, sementara Adam yang baru diciptakan dari tanah dianggap belum berbuat apa-apa dalam hal ibadah dibanding dia. Dengan demikian Iblis merasa jauh lebih tinggi derajatnya dari Adam dan merasa memiliki ilmu yang sangat tinggi disisi Allah sampai dia mampu meraih posisi sangat dekat disisi Allah.
Kemudian Allah menguji Malaikat dan Iblis dalam hal ilmu, memerintahkan mereka untuk menyebut nama benda-benda yang ada disekitar mereka. Tapi mereka tidak bisa. Begitu Adam diperintahkan untuk menyebut nama benda-benda tadi, Adam bisa menyebutkan semuanya, meskipun dia baru saja diciptakan. Itulah kekuasaan Allah, mengajarkan langsung ilmuNya pada Adam yang baru saja diciptakan tanpa perantara.
Allah Maha Benar dengan penegasan sendiri sebagai Tuhan Yang Maha Tahu : “ Aku tahu apa yang kamu tidak tahu”.
Malaikat sujud pada Adam seperti yang diperintahkan oleh Rabbnya sedangkan iblis enggan karena dia takabur. Iblispun sejak saat itu kafir pada Allah menjadi laknat Allah. Sejak saat itu juga dendam Iblis pada Adam terus membara dan bersumpah pada Allah akan menyesatkan Adam bersama seluruh anak cucunya dengan KEKUASAAN ALLAH. Allah Yang Maha Belas Kasih tidak mencopot kekuatan dan kekuasaan yang telah diberikanNya kepada Iblis, malah diberi ijin menggunakan untuk memenuhi hasrat dendamnya. Sejak saat itu, Allah Yang Maha Perkasa Lagi Maha Bijaksana menetapkan Iblis dengan Imperiumnya sebagai musuh Adam bersama anak cucunya.
Pemahaman saya tentang ketetapan Allah tadi bahwa musuh harus diperangi dengan cara apapun sampai musuh tersebut tidak mampu lagi mengganggu dan menghalangi jalan saya. Allah Yang Maha Kuasa Lagi Maha Belas Kasih telah member i karunia pada saya kemampuan untuk bertarung di Alam Jin Dan Syetan, Insyaallah akan saya gunakan kemampuan itu melawan musuh tadi sebagai pertanggung-jawaban pada Yang Maha Memberi. Saya merasa, pertarungan itu mungkin tidak akan berakhir sampai saya mati. Wallahu A’lam.
Dalam pertarungan saya sekian lama terungkap begitu besar dan kompklesnya imperium Iblis sehingga tiada satupun anak manusia bebas dari jeratannya, kecuali Nabi Isa As dengan ibunya yang bebas sama sekali sesuai dengan ketetapan Allah Yang Maha Agung.
Iblispun sesumbar bahwa dia tidak mungkin dikalahkan oleh anak manusia, saya tidak peduli dengan sesumbar itu, bagi saya memerangi dia sebagai musuh adalah salah satu hal pokok sebagai jihad yang tiada henti-hentinya. Berkat pertolongan Allah Rabbku Yang Maha Belas Kasih, Iblispun kena hajar setimpal dengan kejahatan yang ditimpakan padaku. Itulah ketetapan Allah Yang Maha Adil.
JH Alifulhaq
Allah Ta’ala yang Maha Belas Kasih lagi Maha Bijaksana telah menetapkan Iblis dengan impriumnya tentunya sebagai musuh Adam dan seluruh anak cucunya.
Iblis yang tadinya sebagai hamba sangat dekat disisi Allah Subhanahu Wataala berubah menjadi hamba yang dikutuk dan terkutuk karena membangkang pada Sang Pencipta. Iblis iri dan dengki pada Adam yang mendapat posisi istimewa disisi Rabb Alam Semesta. Malaikat juga protes kenapa Allah menciptan manusia yang menjadi Khalifah dimuka bumi yang senantiasa berbuat binasa dan menumpahkan darah sesamanya, padahal mereka senantiasa tanpa henti-hentinya beribadah padaNya, mensucikan dan mumujiNya. Gugatan Malaikat pada Rabbnya, apakah tidak cukup ibadah yang mereka lakukan.
Iblispun merasa telah banyak Ibadah pada Rabbnya dalam kurun waktu yang sangat lama sepanjang umurnya waktu itu dengan kualitas sangat baik sehingga mencapai posisi sangat dekat disisi Allah dan bisa dialog secara langsung pada Allah setiap saat kapan dia mau, sementara Adam yang baru diciptakan dari tanah dianggap belum berbuat apa-apa dalam hal ibadah dibanding dia. Dengan demikian Iblis merasa jauh lebih tinggi derajatnya dari Adam dan merasa memiliki ilmu yang sangat tinggi disisi Allah sampai dia mampu meraih posisi sangat dekat disisi Allah.
Kemudian Allah menguji Malaikat dan Iblis dalam hal ilmu, memerintahkan mereka untuk menyebut nama benda-benda yang ada disekitar mereka. Tapi mereka tidak bisa. Begitu Adam diperintahkan untuk menyebut nama benda-benda tadi, Adam bisa menyebutkan semuanya, meskipun dia baru saja diciptakan. Itulah kekuasaan Allah, mengajarkan langsung ilmuNya pada Adam yang baru saja diciptakan tanpa perantara.
Allah Maha Benar dengan penegasan sendiri sebagai Tuhan Yang Maha Tahu : “ Aku tahu apa yang kamu tidak tahu”.
Malaikat sujud pada Adam seperti yang diperintahkan oleh Rabbnya sedangkan iblis enggan karena dia takabur. Iblispun sejak saat itu kafir pada Allah menjadi laknat Allah. Sejak saat itu juga dendam Iblis pada Adam terus membara dan bersumpah pada Allah akan menyesatkan Adam bersama seluruh anak cucunya dengan KEKUASAAN ALLAH. Allah Yang Maha Belas Kasih tidak mencopot kekuatan dan kekuasaan yang telah diberikanNya kepada Iblis, malah diberi ijin menggunakan untuk memenuhi hasrat dendamnya. Sejak saat itu, Allah Yang Maha Perkasa Lagi Maha Bijaksana menetapkan Iblis dengan Imperiumnya sebagai musuh Adam bersama anak cucunya.
Pemahaman saya tentang ketetapan Allah tadi bahwa musuh harus diperangi dengan cara apapun sampai musuh tersebut tidak mampu lagi mengganggu dan menghalangi jalan saya. Allah Yang Maha Kuasa Lagi Maha Belas Kasih telah member i karunia pada saya kemampuan untuk bertarung di Alam Jin Dan Syetan, Insyaallah akan saya gunakan kemampuan itu melawan musuh tadi sebagai pertanggung-jawaban pada Yang Maha Memberi. Saya merasa, pertarungan itu mungkin tidak akan berakhir sampai saya mati. Wallahu A’lam.
Dalam pertarungan saya sekian lama terungkap begitu besar dan kompklesnya imperium Iblis sehingga tiada satupun anak manusia bebas dari jeratannya, kecuali Nabi Isa As dengan ibunya yang bebas sama sekali sesuai dengan ketetapan Allah Yang Maha Agung.
Iblispun sesumbar bahwa dia tidak mungkin dikalahkan oleh anak manusia, saya tidak peduli dengan sesumbar itu, bagi saya memerangi dia sebagai musuh adalah salah satu hal pokok sebagai jihad yang tiada henti-hentinya. Berkat pertolongan Allah Rabbku Yang Maha Belas Kasih, Iblispun kena hajar setimpal dengan kejahatan yang ditimpakan padaku. Itulah ketetapan Allah Yang Maha Adil.
JH Alifulhaq
Langgan:
Entri (Atom)

