Custom Search

Friday, October 17, 2008

Pertarungan Yang Tidak Pernah Selesai

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang.
Allah Ta’ala yang Maha Belas Kasih lagi Maha Bijaksana telah menetapkan Iblis dengan impriumnya tentunya sebagai musuh Adam dan seluruh anak cucunya.
Iblis yang tadinya sebagai hamba sangat dekat disisi Allah Subhanahu Wataala berubah menjadi hamba yang dikutuk dan terkutuk karena membangkang pada Sang Pencipta. Iblis iri dan dengki pada Adam yang mendapat posisi istimewa disisi Rabb Alam Semesta. Malaikat juga protes kenapa Allah menciptan manusia yang menjadi Khalifah dimuka bumi yang senantiasa berbuat binasa dan menumpahkan darah sesamanya, padahal mereka senantiasa tanpa henti-hentinya beribadah padaNya, mensucikan dan mumujiNya. Gugatan Malaikat pada Rabbnya, apakah tidak cukup ibadah yang mereka lakukan.
Iblispun merasa telah banyak Ibadah pada Rabbnya dalam kurun waktu yang sangat lama sepanjang umurnya waktu itu dengan kualitas sangat baik sehingga mencapai posisi sangat dekat disisi Allah dan bisa dialog secara langsung pada Allah setiap saat kapan dia mau, sementara Adam yang baru diciptakan dari tanah dianggap belum berbuat apa-apa dalam hal ibadah dibanding dia. Dengan demikian Iblis merasa jauh lebih tinggi derajatnya dari Adam dan merasa memiliki ilmu yang sangat tinggi disisi Allah sampai dia mampu meraih posisi sangat dekat disisi Allah.
Kemudian Allah menguji Malaikat dan Iblis dalam hal ilmu, memerintahkan mereka untuk menyebut nama benda-benda yang ada disekitar mereka. Tapi mereka tidak bisa. Begitu Adam diperintahkan untuk menyebut nama benda-benda tadi, Adam bisa menyebutkan semuanya, meskipun dia baru saja diciptakan. Itulah kekuasaan Allah, mengajarkan langsung ilmuNya pada Adam yang baru saja diciptakan tanpa perantara.
Allah Maha Benar dengan penegasan sendiri sebagai Tuhan Yang Maha Tahu : “ Aku tahu apa yang kamu tidak tahu”.
Malaikat sujud pada Adam seperti yang diperintahkan oleh Rabbnya sedangkan iblis enggan karena dia takabur. Iblispun sejak saat itu kafir pada Allah menjadi laknat Allah. Sejak saat itu juga dendam Iblis pada Adam terus membara dan bersumpah pada Allah akan menyesatkan Adam bersama seluruh anak cucunya dengan KEKUASAAN ALLAH. Allah Yang Maha Belas Kasih tidak mencopot kekuatan dan kekuasaan yang telah diberikanNya kepada Iblis, malah diberi ijin menggunakan untuk memenuhi hasrat dendamnya. Sejak saat itu, Allah Yang Maha Perkasa Lagi Maha Bijaksana menetapkan Iblis dengan Imperiumnya sebagai musuh Adam bersama anak cucunya.
Pemahaman saya tentang ketetapan Allah tadi bahwa musuh harus diperangi dengan cara apapun sampai musuh tersebut tidak mampu lagi mengganggu dan menghalangi jalan saya. Allah Yang Maha Kuasa Lagi Maha Belas Kasih telah member i karunia pada saya kemampuan untuk bertarung di Alam Jin Dan Syetan, Insyaallah akan saya gunakan kemampuan itu melawan musuh tadi sebagai pertanggung-jawaban pada Yang Maha Memberi. Saya merasa, pertarungan itu mungkin tidak akan berakhir sampai saya mati. Wallahu A’lam.
Dalam pertarungan saya sekian lama terungkap begitu besar dan kompklesnya imperium Iblis sehingga tiada satupun anak manusia bebas dari jeratannya, kecuali Nabi Isa As dengan ibunya yang bebas sama sekali sesuai dengan ketetapan Allah Yang Maha Agung.
Iblispun sesumbar bahwa dia tidak mungkin dikalahkan oleh anak manusia, saya tidak peduli dengan sesumbar itu, bagi saya memerangi dia sebagai musuh adalah salah satu hal pokok sebagai jihad yang tiada henti-hentinya. Berkat pertolongan Allah Rabbku Yang Maha Belas Kasih, Iblispun kena hajar setimpal dengan kejahatan yang ditimpakan padaku. Itulah ketetapan Allah Yang Maha Adil.

CATATAN :
Saya telah membahas secara mendalam dan detail tentang syetan, jin dan Iblis, seperti apa mereka, bagaimana kehidupan mereka dan dimana mereka hidup, bagaimana interaksinya dengan setiap diri anak manusia yang mengakibatkan berbagai masalah bagi setiap anak manusia.
Saya juga membahas secara mendalam dan detail tentang jiwa setiap anak manusia, apa yang dimaksudkan dengan jiwa manusia, dimana keberadaan mereka, perannya yang sentral bagi setiap diri anak manusia, persoalan yang dialami oleh anak manusia ketika jiwanya error terutama kaitannya dengan penyakit nonmedis atau medis, apa yang membuatnya error dan bagaimana cara atau upaya memperbaikinya dalam arti penyembuhannya.
Semuanya saya bahas menggunakan fakta empiris yang saya peroleh selama menggeluti penyakit nonmedis 30 tahun lebih. Saya telah membahasnya dalam tiga buku yang berjudul MENDIAGNOSIS PENYAKIT NON MEDIS, SEMBUH SEKETIKA BUKAN MUKIJIZAT ATAU KEAJAIBAN dan yang ketiga MEMBURU IBLIS SAMPAI KE SARANGNYA

Tentang buku ketiga silahkan klik  TOKO BUKU TERAPI ALIF
Untuk informasi tentang buku 1 dan 2  silahkan klik ini BUKU TERAPI ALIF
TOP SELLING BUKU TERAPI ALIF
Post a Comment